
Rabu, 25 Juni 2008
Memilih Warna Cat Tembok

Agar Tanaman dalam Rumah Tetap Segar
Agar tanaman bisa tetap cantik dan memberikan manfaat terbaik bagi penghuni rumah, diperlukan perawatan yang cukup. Jika tanaman jarang dibersihkan atau dalam keadaan terlalu lembab, maka tanaman hanya akan menjadi tempat bersarangnya debu atau menjadi tempat berkembang biak serangga pengganggu. Berikut tips agar tanaman dalam rumah Anda tetap cantik dan bermanfaat 1. Sirami tanaman secara teratur, namun jangan sampai akar tanaman menjadi busuk. Buat lubang yang cukup pada bagian bawah pot.2. Bersihkan secara teratur.
Selain membersihkan bagian-bagian tanaman seperti daun dan batang dari debu, pot tempat tumbuh tanaman juga perlu dibersihkan. Jika tidak, maka nyamuk akan betah bersarang, terutama pada pot berisi air.3. Untuk menjaga kesegaran, letakkan tanaman pada tempat yang memungkinkan terkena sinar matahari. Penting pula untuk memindahkan tanaman dari satu tempat ke tempat yang lain secara berkala. Perhatikan juga jenis tanaman, ada yang memerlukan terpaan langsung sinar matahari, ada pula yang tidak,4.
Jangan meletakkan tanaman pada tempat yang dekat dengan sumber panas yang dihasilkan dari peralatan elektronik maupun peralatan dapur.5. Udara yang terlalu kering, lembab, dan pengap karena berbagai sebab bisa mengurangi kesegaran tanaman. Pastikan ruangan memiliki ventilasi udara yang cukup. (ys) sumber berita http://www.pasarinfo.com/
mau Jual Beli Rumah ? posting iklan di http://www.griyakita.com/
Hemat Energi dengan Arsitektur Hijau

KESELARASAN hidup manusia dan alam terangkum dalam konsep arsitektur hijau. Konsep yang kini tengah digalakkan dalam kehidupan manusia modern. Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan pada bangunan yang dapat meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Arsitektur hijau meliputi lebih dari sebuah bangunan.
Dalam perencanaannya, harus meliputi lingkungan utama yang berkelanjutan. "Untuk pemahaman dasar arsitektur hijau (green architecture) yang berkelanjutan, di antaranya lanskap, interior, dan segi arsitekturnya menjadi satu kesatuan," ujar Nirwono Yoga, desainer lanskap yang juga pemerhati lingkungan. Dalam perhitungan kasar, jika luas rumah adalah 150 meter persegi, dengan pemakaian lahan untuk bangunan adalah 100 meter persegi, maka sisa 50 meter lahan hijau harus digenapkan dengan memberdayakan potensi sekitar. Nirwono mencontohkan, pemberdayaan atap menjadi konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat.
Selain itu, tujuan pokok arsitektur hijau adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan. "Arsitektur hijau dipraktikkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air, dan bahan-bahan, mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan melalui tata letak, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan bangunan," ulas Dr Mauro Rahardjo dari Feng Shui School Indonesia. Secara matematis disebutkan, konsumsi 300 liter air harus dapat dikembalikan sepenuhnya ke tanah.
Misalkan, air sisa cuci sayur dapat digunakan untuk mencuci mobil. "Atau membuat sumur resapan dan biopori," kata Nirwono. Dalam hal estetika, arsitektur hijau terletak pada filosofi merancang bangunan yang harmonis dengan sifat-sifat dan sumber alam yang ada di sekelilingnya. Penggunaan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan alam dan bahan bangunan yang dapat diperbaharui. "Memanfaatkan sumber yang dapat diperbaharui seperti menggunakan sinar matahari melalui passive solar dan active solar, serta teknik photovoltaic dengan menggunakan tanaman dan pohon-pohon melalui atap hijau dan taman hujan," kata Mauro. Konsep arsitektur hijau sangat mendukung program penghematan energi.
http://www.fotolog.com/arsitek/45844860
Rumah ala tropis dengan banyak bukaan, dibentuk untuk mengurangi pemakaian AC juga penerangan. Namun, hal tersebut tidak akan berjalan mulus jika sekeliling rumah tidak asri. Bukaan banyak hanya akan memasukkan udara panas dan membuat pemiliknya tetap memasang pendingin ruangan. Taman dan halaman dalam arsitektur hijau juga tidak sekadar memperhatikan estetika. "Dengan adanya krisis pangan, gagasan roof garden bisa jadi apotek hidup atau kebun sayuran. Tidak zaman lagi bikin taman dari segi estetis saja," sebut Nirwono.
Tanaman sayur ditata serapi mungkin, kemudian dikonsumsi pemiliknya. Beberapa tanaman yang cocok untuk roof garden adalah daun sirih, pandan sayur, kangkung, dan lain-lainnya. Nirwono menjelaskan adanya keselarasan antartiap sendi dalam kehidupan. Orang bicara konsep hijau, tapi tidak jeli dengan sekitar. Krisis energi muncul akibat kelemahan manusia dalam memenuhi kebutuhan. Manusia menunggu datangnya bahan pangan dari luar kota. Sayur tomat yang bisa ditanam di halaman, tidak menjadi pilihan pertama. Lebih suka menunggu truk sayur membawa dari luar kota. Coba pikir, berapa banyak energi yang terbuang. Sebuah perusahaan di Jerman melansir produk batu bata ramah lingkungan. Nyatanya, produk tersebut tidak jadi ramah lingkungan jika mesti dibawa menggunakan kapal laut ke luar Jerman.
Sebaiknya kita mampu menggunakan batu bata sendiri, dengan biaya dan peluang pemborosan energi lebih sedikit. Struktur bangunan asli Indonesia sudah menerapkan prinsip green architecture. "Struktur bangunan di Jawa dan Irian, jenis arsitektur tropis memanfaatkan bahan asli dari daerah tersebut," ucap pria ramah ini. Dengan segala keterbatasan, nenek moyang kita membangun rumah tepat daya dan guna. Dari segi interior, arsitektur hijau mensyaratkan dekorasi dan perabotan tidak perlu berlebihan, saniter lebih baik, dapur bersih, desain hemat energi, kemudahan air bersih, luas dan jumlah ruang sesuai kebutuhan, bahan bangunan berkualitas dan konstruksi lebih kuat, serta saluran air bersih. Untuk mengatasi limbah sampah, lubang biopori dapat menjadi solusi.(sindo//tty)
Sumber berita dari http://www.okezone.com/
Bangun Rumah Baru ? silahkan ke http://www.bangun-rumah.com/
Selasa, 24 Juni 2008
Atraktif dengan Batu Alam

Pagar merupakan bagian terluar dari rumah. Posisinya yang mengelilingi rumah sangat memengaruhi tampilan fasad. Mencoba sesuatu yang baru akan membuat tampilan pagar dan fasad tidak lagi monoton.
Pagar terdiri dari enam dinding, yang memiliki ukuran tinggi berbeda. Keenam dinding menggunakan material pelapis batu alam dengan ukuran berbeda. Penutup dinding samping berupa batu alam abstrak, berukuran 5 cm x 10 cm. Bagian atas menggunakan batu berbentuk bujur sangkar berukuran 10 cm x 10 cm. Meski memiliki ukuran tinggi dan lebar berbeda, namun ketebalannya sama, yaitu 20 cm. Setiap bagian dinding pagar terpisahkan oleh celah berjarak 20 cm. Celah ini dibuat dengan maksud memberi kesan transparan. Selain itu, juga untuk memperkecil biaya pembuatan.
Pemasangan lapisan batu alam dibuat seperti susunan batu pecah. Pola pemasangan yang sedikit tidak beraturan menguatkan kesan alami yang muncul. Keindahan pagar batu alam semakin lengkap dengan adanya beberapa tanaman perdu. Memperindah pagar ini mudah karena tampilan batu alam mudah dipadukan dengan berbagai jenis tanaman. Untuk penerangan taman pada malam hari, di setiap celah pagar dipasang lampu sorot. Lampu sengaja diletakkan sedikit ke bagian dalam rumah sehingga cahayanya mengarah ke tampilan bagian depan rumah. Jones/Anissa Lokasi: Rumah Joko Setyono, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.
sumber berita dari media Kompas http://www.kompas.com/
Renovasi Rumah ? ke http://www.bangun-rumah.com/